Berita LengkapDPM-PTSP Banda Aceh

Nilai Investasi di Banda Aceh Capai Rp 1,6 T, Aminullah Usman: IPM Terus Meningkat

2022-04-26 03:15:13
| |
Share:


BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, investasi merupakan hal penting guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Pemko Banda Aceh melakukan berbagai upaya untuk bisa mendatangkan investor ke ibu kota Provinsi Aceh ini.

Hal itu disampaikannya pada sidang paripurna istimewa HUT ke-817 Kota Badna Aceh, Jumat (22/4/2022).

Dikatakan, Sejak 2018 hingga 2021, terdapat total 2.024 PMDN dan 54 PMA yang menanamkan modalnya di Banda Aceh.

"Mereka bergerak di sektor konstruksi, listrik, gas, air, perikanan, perkebunan, peternakan, perdagangan dan reparasi, transportasi, gudang, telekomunikasi, serta industri" ungkap mantan Dirut BPD ini.

Dikatakan, investasi memang sempat menurun pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19.

Tetapi investasi meningkat kembali pada tahun 2021 dengan nilai mencapai Rp 547 miliar.

"Dalam masa lima tahun ini, total investasi di Banda Aceh mencapai Rp 1,622 triliun" ungkap Aminullah. Pada kesempatan itu Wali Kota juga menyampaikan, Banda Aceh mendapat banyak apresiasi dalam memerangi rentenir melalui kelahiran LKMS Mahirah Muamalah. “

Tahun 2018, 80 persen pedagang bergantung pada rentenir, tetapi pada Desember 2020 tinggal hanya 2 persen saja.

"Namun dampak pandemi Covid-19 di tahun 2020, angka kunjungan wisatawan ke Banda Aceh turun ke angka 172.197.

Tetapi meningkat lagi menjadi 251.836 wisatawan pada 2021"ungkap Aminullah.

Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan hotel, target tahun 2018 Rp 11.

720 miliar, realisasinya melebihi target yaitu Rp 14,439 miliar.

Target tahun 2019 Rp 12,020 miliar, realiasi Rp 16,262 miliar.

Tahun 2020 target Rp 15 miliar, namun karena pandemi, realisasinya hanya Rp 7,020 miliar.

Pada tahun 2021 target Rp 22,165 miliar, tetapi karena dampak Covid-19 yang terealisasi Rp 9,036 miliar.

PAD juga datang dari restoran.

Target 2018 Rp 11,700 miliar, terealisasi Rp.12,256 miliar.

Di tahun 2019 target Rp 12,200 miliar dan kembali berhasil melebihi target dengan realisasi sebesar Rp.14,188 miliar.

Sedangkan di tahun 2020 terdampak pandemi, dimana dari target Rp 14,200 miliar, yang terealisasi Rp 13,188 miliar.

Sedangkan di tahun 2020 terdampak pandemi, dimana dari target Rp 14,200 miliar, yang terealisasi Rp 13,188 miliar.

"Begiru juga di tahun 2021 dari Rp 17,500 miliar, yang terealisasi Rp 14,390 miliar" terang Wali Kota.

Aminullah juga menyampaikan perbandingan PDRB, Income Perkapita, Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pengangguran dan Lapangan Kerja dalam rentang waktu empat tahun terakhir menunjukkan tren positif.

Tahun 2017 Pendapatan per kapita Rp 64,21 juta per tahun, lalu naik menjadi Rp 66,46 juta tahun 2018.

Tahun 2019 pendapatan per kapita juga naik menjadi Rp 69,24 juta per tahun, 2020 Rp 73,30 juta per tahun, dan di Tahun 2021 Rp 78,16 juta per tahun.

Aminullah Usman menambahkan, tingkat kemiskinan di Kota Banda Aceh tahun 2017 pada angka 7,44 persen turun menjadi 7,25 persen pada tahun 2018.

Angkat itu turun ke 7,22 persen pada tahun 2019 dan 6,90 persen pada tahun 2020.

"Namun pandemi Covid-19 berdampak pada tingkat kemiskinan di tahun 2021, dimana persentasenya naik menjadi 7,71 persen," jelasnya.

Wali Kota Banda Aceh itu juga menerangkan, mengenai pengangguran terbuka juga terjadi penurunan, yaitu 7,75 persen tahun 2017, kemudian 7,29 persen tahun 2018, dan 6,92 persen tahun 2019.

Tetapi angka melonjak tajam karena imbas pandemi Covid, yaitu menjadi 9,54 persen tahun 2020.

Namun tahun 2021 turun meskipun hanya pada angka menjadi 8,94 persen.

Berbagai keberhasilan pembangunan kemudian berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

"Tahun 2018, IPM berada pada angka 84.37, kemudian menjadi 85.07 tahun 2019, lalu menjadi 85,41 pada 2020, dan naik 85.71 di tahun 2021.

Dengan kenaikan yang terjadi setiap tahun itu, Banda Aceh menduduki peringkat dua nasional diantara 514 kabupaten/kota se-Indonesia,"kata Aminullah.

Untuk pertumbuhan ekonomi, kondisi tahun 2017 adalah 3,39 persen menjadi 4.

49 persen tahun 2018, lalu turun sedikit menjadi 4,13 persen tahun 2019, dan sempat berada pada angka -3,29 persen tahun 2020 karena dampak pandemi.

"Namun Alhamdulillah, tahun 2021 pertumbuhan ekonomi kembali bangkit dan mengalami peningkatan sebesar 5,53 persen" ungkap alumni FEB USK ini.

Selain berbagai keberhasilan tersebut, Aminullah juga memaparkan capaian di bidang infrastruktur dan pelayanan air bersih yang cakupan pelayanannya saat ini sudah mencapai total 98 persen.

Kemudian jumlah sambungan dari 45.500 sambungan pada 2017 naik menjadi 52.799 sambungan tahun 2021.

"Alhamdulillah PDAM Tirta Daroy Banda Aceh juga mendapatkan predikat sehat dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh," katanya. (aji)


Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2022/04/24/nilai-investasi-di-banda-aceh-capai-rp-16-t-aminullah-usman-ipm-terus-meningkat.


Tags: News,

Perizinan Kota Banda Aceh

Aplikasi Perizinan Online yang dibangun oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh adalah salah satu wujud komitmen pemerintah kota untuk selalu berusaha meningkatkan pelayanan kepada warganya dan juga untuk mendukung penerapan e-government di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

client logo
client logo
client logo
client logo
client logo