Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh melakukan audensi dengan investor dari negara China (KBW & Associates) dengan menawarkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) kawasan Ulee Lheu dan Pasar Aceh. Audensi ini dihadiri oleh Walikota Banda Aceh dan Plt. Kepala DPMPTSP (Faisal M, S.STP) beserta jajaran Pemko pada hari Jumat tanggal 30 Januari 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh sangat terbuka untuk bekerja sama dengan investor dalam mengembangkan kawasan Ulee Lheu dan Pasar Aceh. “Kami memiliki potensi yang besar di kawasan Ulee Lheu dan Pasar Aceh, dan kami percaya bahwa dengan kerja sama dengan investor, kami dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujarnya.


Plt. Kepala DPMPTSP, Faisal M, S.STP, menambahkan bahwa audensi ini merupakan langkah awal dalam menjajaki minat investor China untuk berinvestasi di Kota Banda Aceh. “Kami telah menawarkan beberapa proyek investasi di kawasan Ulee Lheu dan Pasar Aceh, dan kami berharap dapat mencapai kesepakatan kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.

Setelah audensi, Tim DPMPTSP melanjutkan kegiatan bersama Kabag. Ekonomi Setda Kota Banda Aceh (Harisman, S.STP, M.Ec.Dev) dengan melakukan survei lapangan di lokasi Kawasan Ulee Lheu, TPA Kampung Jawa dan eks Terminal keudah. Survei ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi lapangan dan mengidentifikasi potensi yang ada di kawasan tersebut.
Investor sangat berminat dan melakukan survei langsung kelapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi lapangan dan potensi yang ada di kawasan Ulee Lheu.

Pemerintah Kota Banda Aceh berharap bahwa penjajakan minat ini dapat berlanjut pada kesepakatan kerja sama yang lebih baik dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta meningkatkan pendapatan asli daerah.
