Banda Aceh Perkuat Peran dalam Pemulihan Pelayanan Publik Pascabencana

Banda Aceh — Kota Banda Aceh diharapkan dapat berperan sebagai salah satu simpul dan penyangga dalam pemulihan pascabencana, khususnya dalam menjaga keberlanjutan pelayanan publik.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian PANRB mengundang MPP Kota Banda Aceh untuk mengikuti Forum Sinergi Pemulihan Penyelenggaraan 20 MPP Pasca Bencana, dengan perhatian khusus terhadap 8 MPP yang terdampak langsung bencana.
Sebagai bagian dari strategi pemulihan pascabencana, Kementerian PANRB juga akan menghadirkan program MPP PEDULI (Pelayanan Dekat untuk Warga Lebih Inklusif). Program ini merupakan bentuk layanan publik jemput bola dengan menghadirkan berbagai layanan dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah secara langsung kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan akses pelayanan.

Melalui program MPP PEDULI, diharapkan masyarakat tetap dapat memperoleh layanan publik yang dibutuhkan meskipun menghadapi keterbatasan akses akibat bencana.

Perwakilan MPP Kota Banda Aceh, Ibu Nursita, SE, menyampaikan bahwa meskipun Kota Banda Aceh tidak terdampak langsung oleh bencana, MPP Kota Banda Aceh mengambil peran sebagai salah satu simpul dalam proses pemulihan. Peran tersebut antara lain menjaga keberlanjutan pelayanan publik serta membantu membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk mengurus berbagai kebutuhan pelayanan, termasuk perizinan maupun dokumen penting lainnya.

Lebih lanjut, Nursita menyampaikan bahwa ke depan diperlukan penguatan kolaborasi antarwilayah, peningkatan kompetensi petugas layanan, penguatan perangkat teknologi informasi, serta pengembangan inovasi pelayanan yang inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Dengan langkah tersebut, MPP Kota Banda Aceh diharapkan dapat terus menjadi simpul pelayanan publik yang responsif, adaptif, inklusif, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat, sekaligus turut mendukung proses pemulihan pelayanan publik di daerah yang terdampak bencana.