Banda Aceh, 27 Agustus 2026 — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia dalam pelaksanaan Perintis Berdaya Connect Aceh Business Matching yang berlangsung di Ballroom Bapelkes, Banda Aceh.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II (Asisten Perekonomian dan Pembangunan) Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh, Faisal, S.STP, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap penguatan kemitraan dan pengembangan dunia usaha.
Kegiatan Business Matching diikuti oleh 21(dua puluh satu) pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan 13 (tiga belas) Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) , khususnya dari sektor perhotelan dan kesehatan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan pengusaha UMKM dengan PMDN, sekaligus membuka peluang kerja sama dan kemitraan usaha yang lebih luas.
Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh, Mohd. Ichsan, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa Perintis Berdaya Connect Aceh Business Matching menjadi langkah strategis untuk mempertemukan UMKM dengan dunia usaha guna membuka peluang kemitraan, akses pasar, dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menghasilkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi perkembangan UMKM di Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Zubaidah, SE., MM., selaku perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPMPTSP Kota Banda Aceh atas dukungan dan kolaborasi yang telah diberikan sehingga pelaksanaan Perintis Berdaya Connect Aceh Business Matching dapat berjalan dengan lancar.
Dari kegiatan tersebut, tercatat 13 Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha.
Kolaborasi antara DPMPTSP Kota Banda Aceh dan Kemenko PM ini diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM lokal naik kelas, memperluas akses kemitraan, serta menciptakan ekosistem investasi dan dunia usaha yang semakin kuat di Kota Banda Aceh.
